beritaGo.com
 
 
   
 
 
Tutup Iklan
ads
 

Benteng Terluas di Dunia Terdapat dari Indonesia

Benteng Terluas di Dunia Terdapat dari Indonesia

 
wildan
2016-08-26 16:37:07
wildan Wisata Sejarah 0 273
 
 

Benteng Terluas di Dunia Terdapat dari Indonesia


 

Berita Wisata Sejarah Pilihan

 
 
 
 
 

Benteng identik sebagai bangunan khas Eropa. Namun benteng terluas di dunia, justru ada di Indonesia. Inilah Benteng Keraton Buton yang luasnya 22 hektar!

Cuma 3 kilometer dari pusat Kota Bau-bau di Sulawesi Tenggara, siap-siap terbelalak melihat benteng yang sangat luas. Dinding-dindingnya masih terawat baik. Beberapa meriam terlihat di tiap sudut.

Benteng itu bernama Benteng Keraton Buton yang menjadi kebanggaan masyarakat Bau-bau, Buton dan Sulawesi Tenggara sendiri. Sebab benteng ini masuk dalam sejarah dunia sebagai benteng terluas sedunia!
 

Benteng Keraton Buton yang sangat luas dengan banyak meriam! (Afif/detikTravel)

"Kita sudah mendapat rekor dari Museum Rekor Indonesia (MURI) dan Guinness World Records di tahun 2006 sebagai benteng terluas di dunia yang luasnya 22,8 hektar dan panjang kelilingnya mencapai 2,7 km," kata pemandu wisata Benteng Keraton Buton, Laode M Adam Vatiq kepada awak media dari Jakarta di sela-sela acara Festival Budaya Tua Buton, Rabu (24/8/2016) kemarin.

Pemuda yang akrab di sapa Adam ini menambahkan, Buton dulunya adalah wilayah kerajaan yang bernama Kerajan Wolio di abad ke-13. Raja pertamanya adalah seorang wanita bernama Raja Putri Wakaka.

Kerajaan Wolio perlahan berganti nama menjadi Kesultanan Buton, hal itu seiring masuknya Islam ke Indonesia di abad ke-15. Tepatnya di pemerintahan Sultan Kamuddin Khalifatul Khamis pada tahun 1538.

"Lalu pembuat bentengnya sendiri adalah saat pemerintahan Labuke Sultan Gafurul Wadudu di tahun 1632. Dia menghabiskan waktu selama 10 tahun untuk membangun benteng sebesar ini," terang Adam.
 

Luas bentengnya 22,8 hektar dengan panjang kelilingnya 2,7 km (Afif/detikTravel)


Usut punya usut, benteng yang kemudian disebut dengan nama Benteng Keraton Buton dibangun atas bantuan Belanda. Kala itu, Belanda memang membangun mitra yang baik dengan Kesultanan Buton karena wilayah perairan Buton adalah pintu masuk ke Maluku untuk mencari rempah-rempah.


"Ada beberapa fakta unik saat benteng ini dibangun. Seperti perekat batu-batunya yang berasal dari gunung menggunakan putih telur. Saat benteng dibangun, musim kelaparan luar biasa dahsyat tapi tidak ada yang meninggal. Saat itu juga tidak ada orang yang kawin," papar Adam.
 

Laode M Adam Vatiq, pemandu wisata di Benteng Keraton Buton (Afif/detikTravel)

Fungsi Benteng Keraton Buton pun berbeda dengan benteng-benteng lain yang ada di dunia. Jika kebanyakan benteng fungsinya untuk berperang dan kalau sudah selesai dipakai lalu ditinggalkan, maka Benteng Keraton Buton tidak. Bentengnya menjadi tempat tinggal penduduk hingga detik ini.

"Fungsi benteng ini adalah sebagai tempat tinggal penduduk dan raja serta kepala-kepala adat. Mereka tinggal di dalam sini sebagai tempat perlindungan dari serangan bajak laut dan dapat melihat kapal-kapal apa saja yang melintas karena lokasinya di ketinggian. Hingga kini terdapat 700 KK (Kepala Keluarga) yang masih tinggal di dalam Benteng Keraton Buton," papar Adam panjang lebar.
 

Rumah-rumah penduduk di dalam Benteng Keraton Buton (Afif/detikTravel)

Selain sebagai tempat tinggal, pemerintah Buton dan Bau-bau tentu saja menjaga Benteng Keraton Buton sebagai destinasi wisata yang bersejarah. Caranya dengan merawat beberapa situs peninggalan di dalamnya.

"Ada banyak sejarah di dalam benteng ini. Sejarah dari Buton adalah negara sebelum Indonesia, tata cara kehidupan rajanya yang arif dan masih banyak lagi. Dari sini, sunsetnya juga terlihat bagus lho," tutur Adam.
 

Makam salah seorang sultan (Afif/detikTravel)

Beberapa di antaranya seperti makam-makam raja dan sultan, tempat-tempat penting pelantikan raja serta sultan, masjid yang berusia ratusan tahun serta bangunan-bangunan lainnya. Soal perawatannya itu sendiri sudah cukup bagus, hanya saja para pemandu setempat seperti Adam yang tergabung dalam Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) ini belum diperhatikan kesejahterannya.

 

 
 
 

Promoted Stories

Lainnya

 
 

Komentar Sedulur

   Belum ada komentar dari sedulur beritaGo.

  Tulis Komentar

   Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
 

Komentar Facebook

   
image

beritago.com merupakan portal berita dan informasi yang mengusung konsep "social media journalism", yakni dimana masyarakat dapat ikut menjadi kontributor informasi serta menggunakan portal beritaGo.com dengan bertanggungjawab dan sesuai dengan ketentuan penggunaan yang telah ditetapkan,

Informasi dan Kerjasama

  •   contact@beritaGo.com
  •  08123456789 / 024-123456
  •  indiego inti corpora ltd
   
 
 
Copyright 2016 beritaGo by indiego inti corpora. Social Media Journalism and Social Broadcasting System. All Rights Reserved.

Local Straight News , Aggreggate Content dan Social Media Journalism oleh beritaGo.com
Copyright 2014-2016 All Rights Reserved. beritaGo.com is a registered trademark of indiego inti corpora
Jawa Tengah, Indonesia.

Tutup Iklan